raindrops #2

Subuh.

Memandang titik-titik terang lampu kota dari kaki gunung.

Meresap sepi.

Yang manakah kerlapmu?

 

Tidakkah rindu itu absurd?

Berarti ‘memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu’, katanya.

Tapi, kadang, bertemu dengan orang yang dirindukan pun tidak menjadikan keinginan itu berkurang.

Seperti tidak ada habisnya perselisihan antara keinginan yang kuat untuk bertemu dan kemustahilan untuk menemukan pemenuhan keinginan tersebut.

Seperti ketagihan.

Terus menerus ingin.

Ingin bertemu.

Menghirup jejakmu

yang tertinggal. Sengaja tidak sengaja.

 

Maka, saya mengijinkan waktu menjadi teman yang merambat perlahan.

Larut. Pelan. Pelan. Konstan.

Melaju. Pasti. Menuju potongan waktu yang dapat kita bagi bersama.

Lagi.

Meski masih nanti.

Tidak ada janji.

Tidak ada yang pasti.

 

Hanya ada

saya

kamu

dan semua yang tersembunyi di antaranya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s